Laman

Kamis, 25 April 2013

SUKSESI DAN BIOMA DUNIA



I.PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
   Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik saling berkesinambungan untuk membentuk suatu sistem yang seimbang. Ekologi memiliki hirarki/tingkatan komponen yang terdiri atas individu, populasi, komunitas,  ekosistem, biosfer dan bioma.Ekosistem di alam ini memiliki pola penyesuaian untuk mempertahankan stabilitasnya yaitu dengan mengalami suatu perubahan.
Keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya rusak atau bahkan hilang. Penyebab kerusakan keseimbangan ekosistem ini dapat disebabkan oleh bencana alamdan juga akibat perbuatan manusia.
Apabila terjadi kerusakan ekosistem, pada dasarnya ekosistem masih dapat memperbaiki dirinya (self purification) hingga tercapai keseimbangan kembali dalam jangka waktu tertentu, baik dalam jangka waktu yang sebentar atau dalm jangka waktu yang lama. Waktu perbaikan ekosistem ini bergantung dari tingkat kerusakannya. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan ini disebut suksesi ekologis.
Selain itu, dapat ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis bioma.


1.2.Tujuan
   Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan informasi bagi para pembaca mengenai perubahan ekosistem berupa suksesi dan zonasi bioma dunia yang terjadi dialam .


1.3.Rumusan Masalah
            Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:
1.      Apakah pengertian suksesi?
2.      Apa sajakah macam-macam suksesi?
3.      Bagaimanakah proses terjadinya suksesi?
4.      Apa saja dampak dari proses sukesi?
5.      Apakah pengertian bioma?
6.      Apa saja macam-macam bio



II.PEMBAHASAN

2.1.Suksesi
2.1.1.Definisi Suksesi
Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Dengan kata lain, suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang. Suksesi terjadi sebagai akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.
Tansley (1920) mendefinisikan bahwa suksesi adalah perubahan yang perlahan lahan dari komunitas tumbuhan dalam suatu dareah tertentu di mana terjadi pengalihan dari satu jenis tumbuhan oleh jenis tumbuhan lainnya pada tingkat populasi.



2.1.2.Macam-Macam Suksesi
Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.
Di alam ini terdapat dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan sekunder.
1. Suksesi primer
Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi. Contoh suksesi primer yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883

2. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, baik secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Contohnya, gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.
Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi sekunder di Indonesia antara lain: tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.

2.1.3.Proses Suksesi
Proses suksesi sangat terkait dengan faktor lingkungan, Adapun Faktor penyebab terjadinya suksesi antara lain sebagai berikut:
1.    Iklim
   Tumbuhan tidak akan dapat tumbuh teratur dengan adanya variasi yang lebar dalam waktu yang lama. Fluktuasi keadaan iklim kadang-kadang membawa akibat rusaknya vegetasi baik sebagian maupun seluruhnya. Dan akhirnya suatu tempat yang baru (kosong) berkembang menjadi lebih baik (daya adaptasinya besar) dan mengubah kondisi iklim. Kekeringan, hujan salju/air dan kilat seringkali membawa keadaan yang tidak menguntungkan pada vegetasi.

2.    Topografi
   Suksesi terjadi karena adanya perubahan kondisi tanah, antara lain:


a.Erosi
   Erosi dapat terjadi karena angin, air dan hujan. Dalam proses erosi, tanah menjadi kosong kemudian terjadi penyebaran biji oleh angin (migrasi),lalu proses suksesi dimulai.
b. Pengendapan (denudasi)
   Erosi yang melarutkan lapisan tanah, di suatu tempat tanah diendapkan sehingga menutupi vegetasi yang ada dan merusakkannya. Kerusakan vegetasi menyebabkan suksesi berulang kembali di tempat tersebut.
3.    Biotik
Pemakan tumbuhan seperti serangga yang merupakan pengganggu di lahan pertanian demikian pula penyakit mengakibatkan kerusakan vegetasi. Di padang penggembalaan, hutan yang ditebang, panen menyebabkan tumbuhan tumbuh kembali dari awal atau bila rusak berat berganti vegetasi.

Proses suksesi primer diawali tumbuhnya tumbuhan pionir, biasanya berupa lumut kerak. Lumut kerak mampu melapukkan batuan menjadi tanah sederhana. Lumut kerak yang mati akan diuraikan oleh pengurai menjadi zat anorganik. Zat anorganik ini memperkaya nutrien pada tanah sederhana sehingga terbentuk tanah yang lebih kompleks. Benih yang jatuh pada tempat tersebut akan tumbuh subur. Setelah itu. akan tumbuh rumput, semak, perdu, dan pepohonan. Bersamaan dengan itu pula hewan mulai memasuki komunitas yang baru terbentuk. Hal ini dapat terjadi karena suksesi komunitas tumbuhan biasanya selalu diikuti dengan suksesi komunitas hewan. Akhirnya terbentuklah komunitas klimaks atau ekosistem seimbang yang tahan terhadap perubahan (bersifat homeostatis).
Sedangkan proses suksesi sekunder dimulai lagi dari tahap awal, tetapi tidak lagi dimulai dari komunitas pionir, karena dalam lingkungan yang mengalami suksesi sekunder ini yang terjadi adalah perbaikan kembali ekosistem yang telah rusak dengan vegetasi tanaman yang telah ada sebelumnya. Meskipun terdapat juga kemungkinan munculnya jenis tumbuhan yang baru dalam lingkugan tersebut.



2.1.4.Dampak Proses Suksesi
Proses suksesi memberikan banyak dampak bagi lingkungan, baik dampak positif dan juga dampak negatif.
Adapun dampak positif dari proses suksesi yaitu:
1.    Terjadinya suksesi proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju ke arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil, Komunitas menjadi lebih kompleks
2.    Bagi tumbuhan pioner, tumbuhan ini akan menciptakan kondisi lingkungan tertentu yang memberikan kemungkinan untuk hidup tumbuhan lainnya. Koloni tumbuhan pionir ini akan menghasilkan proses pembentukan lapisan tanah memecah batuan dengan akarnya dan membebaskan materi organik ketika terjadi pelapukan dari tumbuhan yang mati.
Sedangkan dampak negatif dari proses suksesi yaitu:
1.    Berbagai tumbuhan liar akan hidup atau tumbuh dan mengubah semua karakteristika dari vegetasi asalnya.
2.    Penurunan kadar zat hara dari tanah, misalnya akibat degradasi habitat.
3.    Suatu komunitas tumbuhan akibat adanya longsor, banjir, letusan gunung berapi atau pengaruh kegiatan manusia akan mengalami gangguan atau kerusakan yang parah. Mengakibatkan tanah gersang, kehilangan nutrisi organik,permukaan sangat terbuka dan kondisinya belum menunjang kehidupan di atasnya.



2.2.Bioma
2.2.1. Bioma
Bioma merupakan sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu (di darat) yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor-faktor abiotik seperti curah hujan dan intensitas matahari.


2.2.2. Zonasi Bioma Dunia
Bioma adalah kumpulan spesies (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut.
Di dunia ini banyak terdapat berbagai macam bioma, macam-macam bioma akan diuraikan dlam penjelasan sebagai berikut:
1.    Bioma Gurun
Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.
Ciri-ciri:
a.    Curah hujan sangat rendah, kurang lebih  25 cm3/tahun
b.    Kecepatan penguapan air sangat cepat
c.    Kelembaban udara sangat rendah
d.   Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C)
e.    Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air


Lingkungan biotik:
a.    Flora
Tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat  beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).
b.     Fauna
Hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu
misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.

2. Bioma Padang Rumput
Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.
Ciri-ciri:
c.       Curah hujan antara 25 - 50 cm3/tahun, di beberapa daerah padang  rumput curah hujannya dapat mencapai 100 cm3/tahun.
d.      Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur. Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
Lingkungan biotik:
a.    Flora
Tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan
porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan,
puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.
b.    Fauna
Bison dan kuda liar di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia.Karnivora: singa, srigala, anjing liar, cheetah.

3. Bioma Savana
Bioma savana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan.
Bioma savana / padang rumput tersebar di wilayah Afrika Timur, Amerika Tengah, Australia, dan Asia Timur.
Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, savana dibedakan menjadi dua, yaitu savana murni dan savana campuran.
a.    Savana murni           :Bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja.
b.    Savana campuran     :Bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari  berbagai macam campuran berjenis-jenis pohon.
Ciri-Ciri:
Curah hujan tidak teratur
a.    Tanahnya tak dapat menyimpan air, karena tingkat penyerapannya rendah.
b.    Sisterm penyaluran air kurang baik.

Jenis hewan antara lain : rusa, kerbau, kangguru, ular, singa, harimau, dll


Lingkungan Biotik:
a.    Flora
Vegetasi yang tumbuh adalah rumput-rumputan, seperti gramineae, jenis rumput yang hidup sepanjang tahun dengan ketinggian rumput mencapai 2,5 m lebih.
b.      Fauna
Jenis hewan yang ada dalam bioma ini antara lain : rusa, kerbau,kangguru,ular,singa,harimau,dll


4. Bioma Hutan Tropis
Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika.
Ciri-ciri:
a.    Curah hujannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200-225 cm3/tahun.
b.    Matahari bersinar sepanjang tahun.
c.    Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
Karena kondisi bioma tertutup oleh pohon-pohon besar sehingga kondisi gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.
Lingkungan Biotik:
a.    Flora
Pada bioma hutan tropis terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20-40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi. Tumbuhan khas yang dijumpai adalah  tumbuhan  rotan dan anggrek.
b.    Fauna:
Didaerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari
hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-
hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam
 
5.    Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)
Ciri khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.
Ciri-ciri:
a.    Curah hujan merata sepanjang tahun, 75-100 cm3/tahun.
b.    Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi.
c.    Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan
tropis.
Lingkungan Biotik:
a.    Flora:
Jenis vegetasi yang tumbuh berupa pohon-pohon tinggi.
b.    Fauna:
Fauna yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan sebangsa luwak/musang.
                                                                                  
8. Bioma Hutan Taiga / Hutan Homogen
Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada.
Ciri-ciri bioma hutan taiga:
a.    Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah.
b.    Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
c.    Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen.
d.   Tumbuhannya hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah.
Lingkungan Biotik:
a.    Flora:
Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus).
b.    Fauna
Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai berhibernasi pada saat musim dingin.

9. Bioma Hutan Tundra
Bioma ini terletak di kawasan lingkungan Kutub Utara sehingga iklimnya adalah iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumput-rumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil.
Ciri-ciri:
c.    Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.
d.   Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan.
         



Lingkungan Biotik:
a.    Flora
Vegetasi bioma hutan tundra didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumput-rumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil.
b.    Fauna
Fauna khas bioma tundra adalah "Muskoxem" (bison berbulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).

 
 
III.PENUTUP

Kesimpulan
Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Proses suksesi terbagi mejadi dua bagian,yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Dan proses suksesi menimbulkan dampak-dampak bagi lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif.
Bioma adalah kumpulan spesies (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut.




DAFTAR PUSTAKA

Arifudin.2008. pengertian-suksesi. Diunduh dari http://sobatbaru.blogspot.com (diakses 12 Maret 2012)
Rian.2008. Macam-macam_Bioma_di_Dunia. Diunduh dari riyn.multiply.com (diakses 14 Maret 2012)
Syafei, Surasana Eden. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Bandung. Institut Teknologi Bandung.
Syifa Liliana.2011. adaptasi-evolusi-suksesi-primer-dan-sekunder-serta-faktor-pembatas. Diunduh dari http://wghiffary.wordpress.com (diakses 12 Maret 2012)
Wista Sani.2010. Keanekaragaman_Hayati_Di_Indonesia. Diunduh dari http://www.crayonpedia.org (diakses 14 Maret 2012)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar